Sabtu, 06 Juni 2020

Cara Mengelola Uang Bulanan


Disclaimer:

Tulisan ini berdasarkan pengetahuan, pengalaman, dan kedaanku. Angka yang tertera disini dibuat biar gampang aja bikin ilustrasi gitu. Tiap orang beda-beda cara mengelola uangnya karena disesuaikan dengan keadaan masing-masing.

Kenapa sih mau sharing tentang cara mengelola uang? Well, sebenernya trigger awalnya itu ketika baca suatu berita tentang ada seseorang yang dahulunya punya gaji besar, namun di masa tuanya itu malah hidup “agak susah”. Setelah mikir beberapa saat, kayanya masih banyak deh orang yang belum terlalu aware dengan cara mengelola uang “yang benar”, terutama untuk hari tuanya. Yaaa meskipun caraku mengelola uang itu belum 100% benar, tapi setidaknya cukup bermanfaat untuk orang-orang yang masih awam / orang yang belum aware dengan hal tersebut. Apalagi para pembaca story dan blog aku itu rata-rata seumuran kan, jadi pas aja gitu untuk sharing demi masa depan yang lebih baik.

Oke, sumber pemasukan keuanganku cuma dari gaji bulanan (aku kerja kantoran yg dpt gaji tetap tiap bulan). Tiap bulan sebelum gajian, aku selalu membuat budget bulanan. Secara sederhana, aku membaginya kedalam 3 pos utama yaitu:

Oiya, sebelumnya lebih baik kalau kita punya 2 rekening bank. 1 rekening untuk saving dan 1 rekening untuk operational. Nah yang rekening saving ini (kalau bisa) jangan diutak-atik / dipakai, didiemin aja udah. Untuk kebutuhan sehari-hari ya pakai rekening operational.

 

Saving

Di pos saving ini, % normalnya itu 30% - 40%. Pernah baca juga kalau minimal 30% itu harus disisihkan untuk tabungan (maksudnya jangan dihabiskan untuk kehidupan sehari-hari gitu). Well, tapi sekali lagi untuk % ini tergantung preferensi masing-masing. Oiya, kita tuh harus menabung atau investasi di instrument yang memang kita paham seluk beluknya. Jangan sampai karena coba-coba / ikut-ikutan temen gitu. Bahaya.

Tiap bulan, aku (saat ini) mengisi pos saving ini untuk:

a.    Penyisihan dana untuk qurban.

Setelah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri, sebagai salah satu bentuk syukur aku kepada Allah SWT adalah dengan qurban (kan cuma setahun sekali ini ya). Nah, misalnya mau qurban kambing dengan harga IDR 3jt. Berarti penyisihan dana tiap bulannya ya IDR 3jt : 12 = IDR 250k. Nah jadi nanti pas Idul Adha tinggal diambil deh uang yang sudah terkumpul untuk beli kambing. Untuk penempatannya karena ini kebutuhan jangka pendek, jadi bisa dicampur aja sama uang tabungan kita yang biasa (liquid). Tapi bikin catatan sederhana gitu di excel sebagai pengingat dan pemisah antara uang tabungan kita yang liquid dengan uang penyisihan dana ini.

b.    Penyisihan dana untuk hari tua

Ini sebenernya antara penting gak penting. Ada sebagian orang yang berpikir bahwa pos ini gak terlalu diperlukan karena kan kalau kerja kantoran itu nantinya dapat uang pesangon / uang atas iuran JHT. Hmm… iya juga sih, tapi kan apa salahnya untuk lebih mempersiapkan hari tua kita. Kan bisa juga untuk tambahan modal bisnis / buat anak cucu nantinya / buat apa gitu ^_^

Nah besarnya jumlah penyisihan dana untuk hari tua ini tergantung diri kita. Misal kita mau kerja kantoran sampai usia 40 tahun (kita mulai kerja usia 22). Artinya, kita udah kerja selama sekitar18 tahun kan. Nah misal tiap bulan kita menyisihkan dana untuk hari tua kita itu IDR 500k (harus konsisten yaa), itu nanti di akhir kita akan dapat sekitar IDR 108jt. Jumlah tersebut adalah hitungan sederhana dan belum dipengaruhi oleh inflasi, suku bunga, instrument penempatannya, dll nya.

Nah untuk penempatan dananya, kita bisa tempatkan di berbagai instrument. Misalnya saham, reksadana, emas, atau program-program yang ada di bank. Berhubung aku pribadi bukan seseorang yang risk taker & belum paham mainan surat berharga, jadi aku gak (belum) pilih instrument saham / reksadana. Mungkin ada yg mau ngajarin aku mainan saham? J

Kebetulan punya rekening di BNI Syariah, aku pernah dapat brosurnya di tahun 2019 dan dijelaskan juga sama CS nya terkait BNI Tapenas IB Hasanah. Nah ini skemanya:


Nah kita ambil contoh yang skema setoran bulanannya IDR 500k dengan jangka waktu 18 tahun ya. Itu berarti nanti di akhir kita akan dapat sekitar IDR 183,8jt. Untuk penjelasan lebih jelasnya bisa ditanyakan ke CS bank nya aja yaa (termasuk itu perputaran dananya bagaimana).

Atau bisa juga kita beli emas batangan gitu, apalagi kecenderungan harga emas tuh selalu naik kan. Jadi setiap beberapa bulan sekali (kalau uang kita udah cukup untuk beli emas dan harga emas lagi bagus), ya kita beli emas batangan. Emasnya itu nanti kita kumpulkan dan di-hold sampai kita pensiun (baru dijual atau digimanain terserah deh) ^_^

Oiya disini aku sih lebih menyarankan kalau mau untuk investasi itu pakai emas batangan aja, jangan emas perhiasan (kalau punya yg lebih, boleh deh invest di berlian hehe). Kenapa harus emas batangan? Karena sepengetahuanku, kalau kita beli emas perhiasan tuh ketika nantinya dijual lagi, itu kena potongan yang lumayan besar (pengalaman pribadi ibuku soalnya). Nah untuk emas batangan sendiri, kalian bisa beli di toko emas langganan / butik emas / bahkan sekarang tuh pegadaian ada program namanya tabungan emas. Untuk penjelasan lebih detail, bisa browsing sendiri yaa.

c.    Penyisihan dana untuk nikah

Nah pos ini dibuat karena aku belum nikah dan ortu udah bilang kalau aku nikah ya pakai duit sendiri J Yaudah, mulai dari dapat gaji pertama ya ku menyisihkan sebagian dana untuk biaya nikah (padahal belum ada calonnya). Biaya yang dibutuhkan ini tergantung dari seberapa mewahnya acara pernikahan nantinya serta pembagian biaya nikah. Kadang ada yang 50:50, ada juga yang full ditanggung pihak si pria.

Nah untuk jumlah berapanya yg harus disisihkan kita harus tau biaya “normal” pernikahan di lingkungan sekitar kita itu berapa. Kita ambil contoh yang gampang itu IDR 100jt dan kita mau pembagian biaya nikahnya itu 50:50. Tentukan target juga kita tuh mau nikahnya kapan, misal 4 tahun lagi (kalau belum ada calonnya, yaudah tentuin targetnya aja dulu). Nah berarti kan kita harus mengumpulkan uang IDR 50jt dalam waktu 4 tahun atau 48 bulan. Itu artinya kita tiap bulan harus menyisihkan dana sekitar IDR 1jt untuk dana pernikahan.

Well, untuk instrument penempatannya itu bervariasi. Kita lihat jangka waktunya, karena dalam contoh diatas itu 4 tahun, ya kita bisa taruh di deposito, beli emas batangan, atau pakai BNI Tapenas IB Hasanah yang diatas tadi itu. Kalau aku pribadi, aku split penempatan dananya di deposito dan emas batangan karena itu yang mudah untuk dicairkan (takut tiba-tiba nikah gitu kan haha).

Nah uang hasil penyisihan dana ini gak boleh diutak-atik sampai kita nikah ya. Terus berhubung aku tau rasanya nyari duit itu susah, capek, plus juga aku cari tau tentang ilmu berumah tangga gitu lah, akhirnya aku mikir mau yg sederhana aja nikahannya karena yg penting itu kehidupan setelah pernikahan. Kehidupan setelah nikah tuh perlu banyak biaya, misal kalau hamil tuh pasti butuh untuk periksa tiap bulan, vitamin dan obat, biaya persalinan (kalau caesar lebih mahal pasti), kontrol, vaksin, dll nya. Belum lagi buat jaga-jaga takutnya suami diambil Allah SWT / diambil wanita lain kan. Eh apa sih ini wkwk.

d.    Penyisihan dana untuk brevet

Nah pos ini sebenarnya tergantung kebutuhan masing-masing orang mau apa. Kebetulan, dalam waktu kurang dari 2 tahun aku mau ambil brevet. Let say biaya brevet A/B di IKPI itu IDR 4jt. Berarti misal aku mau ambil brevet 1,5 tahun dari skrg, it means harus nabung sekitar IDR 230k tiap bulannya. Uangnya ini jangan diambil untuk kebutuhan yang lain yaa. Untuk penempatannya karena ini kebutuhan jangka pendek, jadi bisa dicampur aja sama uang tabungan kita yang biasa (liquid). Tapi bikin catatan sederhana gitu di excel sebagai pengingat dan pemisah antara uang tabungan kita yang liquid dengan uang penyisihan dana ini.

e.     Tabungan yang liquid

Nah ini pos terakhir yang ada di grup saving. Instrument penempatannya ya di tabungan biasa karena sifatnya biar liquid gitu, mudah diambil kalau lagi butuh. Pos ini juga bisa dibilang sebagai dana darurat. Menurut apa yang gw baca, untuk dana darurat ini normalnya tuh harus ada 3x dari total pengeluaran rutin kita. Misalnya pengeluaran rutin kita per bulan itu IDR 3jt, jadi ya di tabungan liquid kita itu harus ada minimal IDR 9jt. Nah kalau lagi pandemi covid-19 ini, dana darurat minimal yang harus ada itu bisa 12x dari total pengeluaran kita (menurut ig zapfinance). 


Living

Di pos living ini, % normalnya itu 40% - 60%. Well, tapi sekali lagi untuk % ini tergantung preferensi masing-masing. Tiap bulan, gw (saat ini) mengisi pos living ini untuk:

a.    Zakat penghasilan bulanan (2,5%)

Nah untuk pos ini, ibuku kasih nasihat untuk selalu menyisihkan 2,5% atas gaji yg diterima tiap bulannya dan diberikan kepada orang yang membutuhkan. Aku hitungnya selalu THP (uang masuk di rekening gw) x 2,5%. Itulah zakat penghasilanku tiap bulannya. Oiya, ibu selalu kasih nasihat untuk mengeluarkan zakat penghasilan atas gaji tuh tiap bulan, gak ditumpuk dulu sampai setahun, nanti pas bulan puasa biasanya baru disalurkan. Kenapa? Soalnya takut keburu kitanya meninggal & kalau udh terkumpul banyak, takutnya ada rasa berat hati untuk mengeluarkannya. Untuk penyaluran zakat penghasilan, aku selalu kasih ke ibu. Nah nanti ibu yg menyalurkannya lagi kepada orang yang membutuhkan. Jadi terima beres aja udah.

Ibuku selalu bilang, dengan kita rutin mengeluarkan zakat penghasilan ini, Insya Allah rezeki yang kita dapat itu akan berkah dan cukup aja gitu. Plus kitanya juga selalu dilindungi sama Allah kapanpun dimanapun, apalagi untuk pekerjaan-pekerjaan yang beresiko ya (audit juga punya resiko btw) hehe.

b.    Kirim uang ke orang tua

Nah ini juga tergantung sih… tergantung keadaan orang tua dan anak tsb juga. Kebetulan aku memang tiap bulan rutin untuk mengirimkan sejumlah uang ke ortu (buat tambah-tambah). Gw pernah denger nasihat ustadz gitu kalau sedekah yang lebih utama, itu kepada orang tua dan kerabat utama dulu, baru ke orang lain.

c.     Bayar kosan + laundry

Ini khusus untuk anak kos ya, kalau untuk yang masih tinggal sama ortu sih ga ada pos pengeluaran ini J Kalian bisa cari kosan yang sudah include laundry. Berhubung kosanku udh ga ada fasilitas laundry lagi dan pasti capek banget kalau harus nyuci semuanya pakai tangan, jadi beberapa itu aku laundry.

d.    Biaya makan sehari-hari

Nah untuk biaya makan ini, aku bikin budget per hari. Jadi per hari aku punya batasan berapa yang aku keluarkan untuk makan, lalu dikali 30 deh untuk sebulan makan. Kalau ini sih pinter-pinternya kita untuk combine antara makan di warteg, jajan di luar, pesan makanan online, atau masak sendiri ya. Dan budget sekali makan di tiap daerah pun beda-beda J  Misal gampangnya itu budget makan sehari IDR 50k, berarti kalau sebulan itu budget kita IDR 1,5jt.

e.    Infaq dan shodaqoh

Nah, sebenarnya ini tuh tidak ada batasannya ya. Tapi disini aku coba “merutinkan” hal baik ini biar jadi kebiasaan yang memberikan manfaat bagi diri kita dan orang banyak. Usahakan menyalurkannya untuk sesuatu yang memberikan dampak jangka panjang, misalnya pembangunan masjid gitu. Zaman sekarang banyak kok platform untuk berdonasi, misalnya kitabisa. 

f.      Biaya transportasi

Untuk biaya transportasi ini, sebenarnya bisa diminimalisasi kalau kita tinggal di tempat yang dekat dengan tempat kerjaan. Kebetulan, aku ngekos di tempat yang deket banget sama kantor. Jaraknya sekitar 200 meter, jadi aku bisa jalan kaki. Nah tapi, kadang kan kita juga butuh untuk pergi-pergi pas weekend gitu. itu bisa dikombinasikan aja sih antara naik transportasi umum dengan ojek online.

Oiya, sedikit tips aja untuk jangan mudah tergiur dengan harga kosan yang agak murah tapi jauh dari kantor ya. Kita juga harus hitung biaya transport , biaya waktu, dan biaya tenaga yang dihabiskan selama perjalanan ke/dari kantor. Kalau aku pribadi, aku betah-betah aja ngekos di deket kantor karena tinggal jalan kaki nyampe.

g.    Belanja bulanan

Nah untuk belanja bulanan ini, biasanya aku bikin list barang apa aja yang mau dibeli (termasuk kuantitas & harga satuannya). Untuk tau range harga satuannya, biasanya aku liat di official shop nya di shopee / bisa juga pakai struk belanja sebelumnya. Nah dari situ, baru deh kita belanja. Oiya, biasanya di official shop di shopee gitu harganya jadi lebih murah. Nah kita bisa tuh belanja online, apalagi bisa free ongkir kan. Jadi lebih hemat uang, waktu, dan tenaga deh.


Entertaining

Di pos entertaining ini, % normalnya itu 5% - 10%. Well, tapi sekali lagi untuk % ini tergantung preferensi masing-masing. Tiap bulan, aku (saat ini) mengisi pos entertaining ini untuk:

a.    Beli kuota internet

Buatku, kuota internet tuh kaya hiburan tersendiri karena bisa nonton film online, youtube, main game, bahkan buka sosmed pun hiburan buatku. Nah untuk jumlahnya, kita harus tau berapa batasan penggunaan kuota harian kita. Misal sehari bisa habis 1GB, yaudah berarti dalam sebulan butuh 30GB. Tinggal bikin budget beli kuota 30GB deh.

b.    Penyisihan dana untuk beli kado ultah diri gw sendiri

Agak aneh memang, tapi ini sebagai salah satu bentuk self-reward aja sih hehe. Biasanya dibikin wish list gitu, tahun depan mau beli apa. Misal mau beli sharp slow juicer yang harga IDR 1,5jt. Nah berarti tiap bulan harus menyisihkan dana sekitar IDR 125k.

c.     Penyisihan dana untuk apa aja

Pos ini juga agak aneh dan sengaja aku buat untuk pengeluaran yang gak rutin, tapi pasti terjadi. Misalnya beli kado ultah temen, beli make-up / skincare gitu, dll. Make-up / skincare gitu biasanya baru abis sekitar 3 bulan, nah kalau semuanya pada abis barengan, kan lumayan kerasa ya di kantong. Maka dari itu, dibuatlah penyisihan dana tiap bulannya biar pas make-up / skincare pada abis, kita gak terlalu berat untuk beli lagi. 


Nah, sebenarnya masih banyak pos-pos pengeluaran lain yang bisa kalian tambahkan karena kebutuhan tiap orang itu berbeda. Misalnya kalau kalian tiap bulan tuh rutin untuk nonton ke bioskop dan makan, yaudah bisa ditambahkan di pos entertaining kan. Atau misalnya mau menyisihkan dana untuk umroh / haji, bisa ditambahkan di pos saving. Hmm… saranku sih kalau misalnya udh mulai menyisihkan dana untuk haji, lebih baik langsung ikutan program tabungan haji yang di bank gitu. Kenapa? Biar ketika saldo tabungan kita udah mencapai batas minimum, kita langsung didaftarkan untuk dapat antrian nomor haji gitu.

Oiya, biasanya isi dari pos entertaining aku tuh beda-beda tiap bulannya, tergantung aku bulan depan mau apa. Misal mau nonton / mau pergi karena udh ada janjian sama temen / mau beli sesuatu di shopee, dll. Flexible kok isinya, nah contoh diatas itu cuma sedikit gambaran aja J Nah tentang asuransi kesehatan gimana? Honestly aku pribadi sih pakai asuransi kesehatan yang dari kantor (ada dari FHI dan BNI Life gitu + BPJS). Jadi, aku ga ikutan polis asuransi secara mandiri.

Untuk utang gimana? Hmm… aku pribadi sih belum punya utang apa-apa. Aku bahkan gatau mau ngutang apaan. Tapi prinsip hidupku sih kalau bisa ya jangan sampai hutang, kalau mau sesuatu ya nabung dulu sampai terkumpul. Soalnya tuh kaya kepikiran aja gitu kalau punya utang.

 

Hmm apa lagi ya?

Mungkin itu dulu sharing dari aku. Terima kasih sudah membaca tulisan yang panjang ini. Kalau misalnya ada yang mau ditanyakan / didiskusikan, bisa kirim pesan di linkedin Winda Aviany Anindya. Kenapa linkedin? Karena aku selalu buka linkedin, jadi pastinya bakal fast respond hehe.


Minggu, 25 Februari 2018

Internship di PwC

           Kali ini gw mau share pengalaman ketika intern di KAP 3 Huruf, khususnya divisi EUM. Gw magang pada saat peak season, yaitu 4 Januari sampai 4 April 2018. 

Ketika pertama masuk, gw ditraining dulu selama 2 hari di The East Building dari pagi sampai sore. Abis itu hari senin langsung ngantor di Rasuna Said. Oiya kebetulan gw dpt klien masih di daerah Jaksel juga, sedangkan bbrp temen gw tuh dpt di luar kota bahkan luar pulau. So, mereka ada yg pulang ke Jakarta seminggu sekali atau bahkan stay di luar kota selama bbrp minggu / bulan.

Gw di assign ke tim yg anak magangnya cuma gw doang. Tugas gw minta data ke klien, follow-up data ke klien, vouching dokumen, summary berbagai agreement dan minute of meeting, bantuin ngisi atau ngerapiin working paper audit, dll. Sebenernya tugas anak magang tuh masih dikategorikan simple dan risk nya yg pasti rendah ya… Tapi ya itu, butuh excel skill yg mumpuni, kecepatan, ketepatan, hingga ketelitian yg ok. 

Jam kerja anak magang tuh kalau menurut kontrak jam 08.00 s.d. 17.00 dengan istirahat 1 jam (12.00-13.00). Oiya hari kerjanya juga senin sampai jumat aja. Tapi, tidak memungkiri kalau kita juga sering bgt diajak kerja lembur sampai malem, tengah malem, bahkan sampai bbrp temen gw sampai pagi. Kalau gw, Alhamdulillah pulang paling larut itu sekitar pukul 12 malem (tapi baru 2x deh kayanya). Selebihnya sih pulang jam 10an atau kalau udh gak ada kerjaan bgt gt biasanya maghrib udh disuruh pulang ^_^ Nah tapi tiap klien dan org tuh beda2. Temen2 gw di klien lain tuh jg ada yg diajak kerja sampai pagi (jam 5 pagi), tapi abis itu besoknya masuk kerja after lunch gitu. Ada juga yg sampai jam 2 atau 3 pagi dan besoknya masuk jam 10an. Terus juga ada yg sabtu minggu diajak masuk kantor utk lembur dari pagi jam 10an sampai malem, bahkan sampai jam 1 pagi. Alhamdulillah, gw sih blm pernah disuruh masuk kantor hari sabtu minggu, paling senin sampai jumatnya aja sih yg pulangnya agak larut. Tapi sih overall masih gpp dan happy ^_^

Pesan gw cuma 1, jaga kesehatan diri dgn cara makan-makanan yg sekiranya cukup sehat dan minum yg cukup. Kalau bisa minum vitamin, gw sih bawa madu (madu TJ premium yg katanya 99% madu wkwk). Minum susu atau teh manis juga utk menambah tenaga. Makan buah juga. Dan, usahakan tidur yg cukup saat weekend ^_^

Gw magang masih sekitar 5 minggu lagi. Doakan semoga tetap strong sampai akhir yaa ^_^

Kos-Kosan Dekat PwC


Setelah keterima intern di KAP 3 Huruf, gw langsung nyari kosan di Jakarta via internet dan nanya ke kating juga sih. Karena keuangan agak pas-pasan, gw nyari kosan yg <1jt dan kalau bisa deket bgt ke kantor, bahkan kalau bisa jalan kaki juga nyampe. Setelah nyari2, akhirnya ketemu 2 kosan yg sesuai kriteria gw tadi. Oiya, biar lebih hemat dan belajar utk berbagi, gw ngekos sekamar berdua sama temen gw. Gw dan temen pilih ngekos di yg nomor 1, soalnya lebih dulu dapet kepastian (cewek kan maunya cepet dpt kepastian, jangan digantung mulu) wkwk. 

1. Kosan di Jl Haji Ilyas 2 Nomor 33-34
Telp: 087875781188 atau 085814191188
Jarak kosan ini ke kantor (KAP 3 Huruf) sekitar 600m. Di kosan ini tuh ada 2 tipe kamar, yaitu non-AC 950k sebulan dan AC 1,4jt sebulan. Kalau misal sekamar mau diisi 2 org, yg kamar non-AC nambah 500k dan yg kamar AC nambah 600k. Kamarnya udh isi kasur dan lemari. Disini udh include laundry sehari 4 potong, listrik (bebas bawa barang apa aja), dan wifi. Oiya disini kamar mandi luar yaa.

2. Kosan di Jl Karbela 4 Nomor 4
Telp: 021 94305132 atau 021 5269188
Jarak kosan ini ke kantor (Plaza 89) sekitar 1km. Di kosan ini tuh ada 2 tipe kamar, yaitu kamar kecil sekitar 2,5m x 3m 750k sebulan dan kamar besar sekitar 3m x 4m 1jt sebulan. Kamarnya udh isi kasur dan lemari. Disini udh include cuci setrika sehari 2 potong, minum dan kompor bersama. Kalau misal sekamar mau diisi 2 org, nambah 300k sebulan.

Semoga membantu kalian yg lagi nyari kosan dekat KAP 3 Huruf ya ^_^
Next, gw bakal share pengalaman tentang gimana intern di KAP 3 Huruf…

Kamis, 07 Desember 2017

Diterima Internship di PwC

Post pertama di blog ini bagusnya diisi dengan sesuatu yang berfaedah dan dapat menjawab beberapa pertanyaan “bagaimana cara bisa keterima intern di KAP 3 Huruf”. Perkenalkan, gw mahasiswi Akuntansi FEB UGM angkatan 2014 yang berasal dari Tangerang ^_^

Sekitar tgl 25 September 2017 itu gw menerima email dari HC (Human Capital) KAP 3 Huruf yang intinya berisi bahwa lamaran magang anda telah kami terima, silahkan lengkapi beberapa persyaratan yg terlampir dibawah. Gw bingung kan ya, perasaan gak pernah apply apapun ke KAP 3 Huruf. Terus Tanya ke beberapa temen, ternyata ada yang dapat email serupa ada yang enggak. Oiya deadline kita merespon email tsb itu 29 September 2017.

Singkat cerita, setelah berpikir cukup panjang dan matang akhirnya di tgl 29 September abis isya gw buru2 bikin letter of motivation dan “mempercantik” CV. Sekitar jam 9 malam gw bales email tsb. Oiya, jadi pas bales email tuh kita diminta mengurutkan preferensi divisi kita. Yaudah, gw pilih (1) CIPS, (2) RA, (3) FS, dan (4) EUM.

Letter of Motivation
Gw bikin LoM dalam bahasa inggris (disuruh sama KAP 3 Huruf juga) min 500 kata. Isi LoM gw ya sesuai dengan apa yg disuruh oleh KAP 3 Huruf nya, misal ttg diri kita, rencana kita di KAP 3 Huruf 5 tahun mendatang, terus alasan kita magang disini apa. Oiya LoM gw jumlahnya 538 kata. Dalam menulis LoM ini gw berpanduan pada 5 video di youtube. Thanks a lot youtube J

CV
Gw bikin CV dalam bahasa inggris dan Cuma 2 lembar. Format CV gw juga simple banget, gak ada warnanya atau hiasan apapun… ya seperti ini:



Nah sedikit tips bagi kalian pembuat CV, sebaiknya di bagian job experience dan organizational experience tuh gak cuma ditulis kamu menjabat apa, dimana, kapan. Akan tetapi, juga dicantumkan role and achievement kamu bagaimana (singkat, padat, dan jelas). Terus juga CV nya jangan lebih dari 2 lembar, karena kalau banyak2 takut gak kebaca. Dan satu lagi, pasang foto terbaru yg berpenampilan formal dan rapi di CV kita. Tempel foto di CV itu penting, apalagi kalau kita ngelamar di perusahaan di Indonesia (kata bbrp narasumber training menghadapi dunia kerja yg pernah gw ikuti).

Pada 25 Oktober 2017, gw disms sama org KAP 3 Huruf untuk janjian kapan gw bisa diwawancara via phone call. Tgl 29 Oktober 2017 gw ditelepon sama org PwC sekitar pukul 14.30 selama <10 menit. Waktu itu gw diwawancara oleh usernya. Oiya ternyata setelah gw nanya ke bbrp temen dan kating, hal-hal yang ditanyakan pada saat phone call interview itu beda-beda, tergantung interviewernya. Ada yg ditanyanya “bener”, ada yg “aneh”, ada yg pake b.indo, ada yg pake b.ingg, ada yg lama, ada yg sebentar. Nah waktu itu Alhamdulillah dpt interviewer yg pake b.indo, cuma sebentar, dan ditanyanya yg “aneh2”, but its fun.

Diakhir sesi wawancara via phone itu, interviewer nanya kan “apakah ada yg mau ditanyakan?”. Nah gw basa-basi aja nanya pengumumannya kapan dan via apa. Terus kata interviewer pengumumannya oleh HC, bisa via email / telepon / sms dan butuh waktu sekitar 2 minggu. Nah terus sekitar pukul 17.30 gw terima email dari KAP 3 Huruf bahwa gw diterima magang Januari sampai April. Percaya gak percaya sih, tapi setelah dilihat2 lagi ini email resmi beneran. Jadi, gw percaya. Gw magang di divisi EUM dari 4 Januari sampai 4 April 2018 (peak season guys). Dan ternyata, temen2 gw hampir semua diterima di EUM. Believe it or not, kata kating2 gw tuh ternyata di EUM itu banyak banget anak UGM nya. Jadi kayanya sih emang anak UGM mayoritas ditaruh di EUM.

Sekarang, gw lagi sibuk prepare ootd untuk ngantor (haha) + nyari kosan juga yg deket kantor. Insya Allah di postingan selanjutnya gw bakal share info bbrp kosan yg gw dapet ya ^_^

Good luck buat para peminat internship di KAP 3 Huruf…
Semoga membantu kalian dalam mempersiapkan lamaran intern di KAP 3 Huruf.